Penerapan Mesin Perajang Otomatis dalam Produksi Kunyit Kering untuk Peningkatan Kemandirian Ekonomi Petani Desa Kalipang
DOI:
https://doi.org/10.35991/jcm.v9i1.82Keywords:
kunyit, mesin perajang, teknologi, petani kunyit, pemberdayaan masyarakatAbstract
Kunyit (Curcuma longa Linn.) merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Kediri dengan potensi ekonomi tinggi, namun pengelolaan pascapanen masih terkendala penggunaan metode manual yang tidak efisien. Proses perajangan tradisional menggunakan osrok menghasilkan irisan tidak seragam, sehingga menurunkan mutu kunyit kering dan daya saing produk di pasar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas hasil melalui penerapan mesin perajang otomatis serta penguatan kapasitas manajerial petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis teknologi tepat guna, meliputi survei awal, pengadaan dan uji mesin, pelatihan teknis berbasis praktik langsung, pendampingan operasional, serta pelatihan manajerial. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pre–post test, catatan produksi, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil menunjukkan kapasitas produksi meningkat dari 40 kg/jam dengan metode manual menjadi 80 kg/jam dengan mesin otomatis, dengan mutu rajangan lebih seragam. Skor pemahaman mitra meningkat dari 2,8 menjadi 4,6 (skala 1–5), menandakan peningkatan signifikan dalam keterampilan operasional. Selain itu, mitra mulai menerapkan pencatatan usaha sederhana. Kesimpulan utama dari program ini adalah integrasi teknologi tepat guna dengan pelatihan dan pendampingan terbukti efektif meningkatkan produktivitas, mutu produk, serta kemandirian petani. Kontribusi program terletak pada model integratif yang dapat direplikasi pada komunitas tani lain untuk memperkuat ekosistem pertanian herbal lokal dan mendukung pembangunan berkelanjutan.