Survei Parameter Kualitas Air untuk Budidaya Perairan di Tanjung Tembaga, Probolinggo
Survei Parameter Kualitas Air untuk Budidaya Perairan di Tanjung Tembaga, Probolinggo
Keywords:
Katakunci: Budidaya perairan, Kualitas air, Perairan pesisir Tanjung TembagaAbstract
Abstrak. Prioritas utama dalam pengembangan akuakultur di Indonesia adalah peningkatan produktivitas yang sering terhambat oleh perubahan kondisi lingkungan pesisir. Studi ini bertujuan memetakan parameter kualitas air di perairan Tanjung Tembaga, Probolinggo, untuk mengidentifikasi area layak budidaya dan merumuskan strategi adaptif. Pengukuran dilakukan pada Mei 2025 di lima stasiun pengambilan sampel, mencakup kecerahan, salinitas, suhu, total suspended solids (TSS), dissolved oxygen (DO), dan fosfat, mengacu pada SNI 6989.57:2008 dan SNI 6964.8:2015. Hasil selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif serta dibandingkan dengan baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun 2021 serta literatur terkait. Rata-rata kecerahan (3,62 m), salinitas (29,50 ‰), dan fosfat (1,30 mg/L) belum memenuhi standar, menunjukkan kekeruhan, pengaruh aliran air tawar, dan potensi eutrofikasi. Namun, suhu (28,72 oC) dan DO (5,98 mg/L) berada dalam rentang ideal. Meskipun ada tantangan, perairan Tanjung Tembaga memiliki potensi besar untuk budidaya laut, dengan rekomendasi intervensi terarah seperti manajemen nutrien dan sedimentasi untuk keberlanjutan.